Kamis, 06 Oktober 2016

K.D 3.4 "TROUBLESHOOTING LAPISAN TRANSPORT JARINGAN LAN"

"LAPISAN TRANSPORT"
  • Pengertian
                Layer Transport merupakan layer ketiga dari 7 layer model OSI, Lapisan transpor bertanggung jawab untuk menyediakan layanan-layanan yang dapat diandalkan kepada protokol-protokol yang terletak di atasnya.

  • Layanan Lapisan Transport
         1. Mengatur alur (flow control) untuk menjamin bahwa perangkat yang mentransmisikan data                                 tidak mengirimkan lebih banyak data daripada yang dapat ditangani oleh perangkat yang                                   menerimanya.

         2.  Mengurutkan paket (packet sequencing), yang dilakukan untuk mengubah data yang hendak                           dikirimkan menjadi segmen-segmen data (proses ini disebut dengan proses                                                           segmentasi/segmentation), dan tentunya memiliki fitur untuk menyusunnya kembali.

         3.  Penanganan kesalahan dan fitur acknowledgment untuk menjamin bahwa data telah dikirimkan              dengan benar dan akan dikirimkan lagi ketika memang data tidak sampai ke tujuan.

       4. Dll. :v

  • Troubleshooting
          Error checking, flow control, dan verification


  Karenanya, Transport layer, menyediakan dua jalur bagi aplikasi network untuk mengakses network, masing-masing dilengkapi dengan fitur-fitur interfacing dan multiplexing/demultiplexing yang dibutuhkan untuk mendukung aplikasi network, namun keduanya memiliki pendekatan jaminan kualitas yang sangat berbeda.

  • Cara Kerja


  • Fungsi dari Transport Layer

    Ada banyak fungsi utama dari transport layer. Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari transport layer :
    1. Menerima data dari session layer
    Session layer adalah layer atau lapisan yang berjalan atau bekerja sebelum masuk ke dalam transport layer. Setelah data melewati session layer, maka tugas berikutnya dari transport layer adalah menerima segala bentuk data yang sudah melewati session layer, untuk kemudian diproses lebih lanjut di dalam transport layer.
    1. Memecah data menjadi bagian – bagian yang lebih kecil
    Sebuah data terkadang terlalu besar untuk diteruskan di dalam sebuah sistem atau siklus jaringan komputer. Karena itu, untuk dapat meneruskan sebuah data dengan tepat dan baik, dibutuhkan sebuah proses pemecahan data, yang berguna untuk mempermudah proses transmisi data dan mempermudah data agar bisa melewati layer atau lapisan selanjutnya dengan lebih baik, optimal dan efisien.
    1. Meneruskan data ke network layer
    Setelah transport layer menerima data dari session layer, maka kemudian transport layer akan memeceh data – data tersebut ke dalam bentuk paket data yang lebih kecil. Setelah data diubah menjadi paket data yang lebih kecil, maka paket data tersebut kemudian dikirimkan atau diteruskan ke dalam layer atau lapisan berikutnya, yaitu network layer.
    Pada saat paket data masuk ek dalam network layer, maka paket data tersebut akan diberi header, sehingga tidak “tercecer” dan dapat disatukan kembali serta dideteksi kesalahan dan kerusakan pada paket data tersebut.

Peran Penting dari Transport Layer

Selain memiliki 4 fungsi dasar yang sudah disebutkan diatas, transport layer sendiri memiliki beberapa peran penting yang didefinisikan secara teknis. Ada beberapa peran penting dari transport layer secara teknis, yaitu :
  1. Service point addressing
Service point addressing mengacu pada kemampuan dari transport layer dalam menentukan dan menangani pengiriman data yang spesifik untuk aplikasi yang berlainan. Aplikasi yang berlainan tentu saja harus memperoleh jenis message yang berlainan pula, sehingga harus memiliki alamat atau address tersendiri. Alamat atau address tersendiri inilah yang dikenal denan nama service point addressing, yang merupakan peran dan tanggung jawab dari transport layer.
  1. Segmentation dan Reassembly
Layer transport juga memiliki peran penting dalam melakukan reassembly dan egmentation. Hal ini berarti transport layer dapat memecah belah data menjadi segment atau paket data tertentu, dan begitu pula sebaliknya, dimana transport layer memiliki peran yang juga penting untuk melakukan proses reassembly, atau penyatuan kembali segmen – segmen tersebut menjadi satu kesatuan data yang utuh.
  1. Connection Control
Transport layer juga memiliki peran penting lainnya sebagai conecctionless ataupun connection oriented, dan dapat mengontrol jenis connection yang akan digunakan dalam proses transmisi data.
  1. Flow Control
Transport layer juga memiliki peran dan tanggung jawab dalam melakukan proses flow control, atau pengontrol aliran. Jadi, transport layer dapat mengatur bagaimana alur yang terjadi dalam sebuah koneksi, terutama dalam hal koneksi yang bertipe end – to end connection.
  1. Error Control
Transport layer juga memiliki fungsi dan tugas teknis dalam melakukan pnengontrolan terhadap error atau error control. Sama seperti flow control, error control yang dilakukan oleh transport layer dilakukan pada koneksi end – to end connection.
Protokol Pada Transport Layer
Sesuai dengan namanyam yaitu transport layer, terdapat protocol yang mengatur kinerja dari lapisan atau layer protocol ini. Protocol yang mengatur serta membuat supaya transport layer dapat bekerja secara optimal adalah TCP atau Transmission Control Protocol. Protocol ini berguna untuk mengatur proses transmisi yang terjadi pada sebuah koneksi atau jaringan, dalam hal ini membantu transport layer dalam mengirimkan data – data terutama dalam koneksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar